Senin, 16 Mei 2016

Laporan CB Kewarganegaraan Pertemuan-6



Laporan 6 (12 Mei 2016)
BIMBEL Bersama TFI
“Pengajaran BIMBEL di Yayasan Cita Kasih Bangsa dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”



Kelas: LB-04
Nama Dosen: Christofora Megawati T
Kode Dosen: D2709
Waktu: Kamis, 14-04-2016
Jam: Sesi 1 -> 08.00-12.00 WIB & Sesi 2 ->12.00-16.00 WIB
Jumlah peserta: 4 - 5 anak x 7 Kelas
Lokasi:Jl.Pejuangan No. 6 E-H,Jakarta Barat
Anggota yang hadir:
Sesi 1 


  1. Nonny Anasih                1901458753
  2. Dian Ferzananda            1901505296 
  3. A.A. Ngurah Raditya K 1901497653 

  Sesi 2


  1. Stephani                         1901459472
  2. Rizki Adrian Saputra     1901481554 
  3.  Dean R.I.H                    1901497483


Teori yang diajarkan di kelas melalui mata kuliah Character Building
Teori yang diajarkan di kelas Character Building Kewarganegaraan adalah nilai dan norma sosial. Penerapan nilai yang sudah kami terapkan merupakan nilai kesopanan dan nilai kesabaran. Selain itu, penerapan norma yang sudah kami terapkan merupakan norma kebiasaan (folkways), seperti yang kami lakukan pertama kali saat tiba ditempat, kami mengucapkan salam dan meminta izin kepada pihak Cita Kasih Bangsa untuk mulai mengajar. Lalu, kami juga tidak lupa untuk menyapa kepada semua anak-anak.Setelah selesai mengajar, kami berpamitan dengan anak-anak dan pihak pengurus.
Persiapan sebelum melakukan kegiatan
         
Pertemuan ini adalah pertemuan ke 4 bagi kelompok kami.

Untuk sesi yang ke 1


Kami datang pada pukul 08.00. Materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan ke lantai 5 yaitu atap terbuka. Para murid terlihat sedang berolahraga dan sesaat sebelum kembali ke kelas, mereka bernyanyi beberapa lagu bersama. Lalu kami pun di tugaskan sendiri-sendiri di tiap kelas. Satu kelas hanya ditempati oleh 1 volunteer TFI. 

Saya (Nonny Anasih) ditempatkan di kelas 3 SD. Saya mengajarkan matematika dan kemudian membantu dalam pelajaran bahasa inggris. Saya mengajari 3 orang anak sekarang karena wali kelas yang biasanya mengajar satu murid ini harus menetap di kelas 6 untuk mempersiapkan murid kelas 6 sebelum UAN. Jadi saya mengikuti instruksi dari wali kelas untuk memberikan soal-soal matematika yang berisi penjumlahan, pengurangan, soal cerita, dan perkalian kepada para murid. Untuk satu orang murid yaitu Matthew, harus diberi soal berbeda karena kemampuannya yang lebih kurang dibanding 2 murid lain. 

Saya membuat soal tanpa perkalian untuk Matthew. Soal-soal ini diberikan untuk mempersiapkan mereka dalam ulangan umum yang sebentar lagi diadakan. Pukul 10.00 pun mereka break, pelajaran matematika pun diganti oleh pelajaran bahasa inggris. Untuk pelajaran bahasa inggris, saya hanya memberikan contoh-contoh kalimat seperti “Dimas likes banana”, sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan wali kelas untuk ulangan umum. Pada pukul 12.00 pun, kami selesai mengajar. Metode pembelajaran kali ini adalah mentoring, karena dalam mengerjakan soal, masih perlu diawasi dan dibantu satu persatu. Sisi positif dari mentoring adalah saya mampu mengajari mereka dengan intensif dan mereka lebih memahami materi. Sisi negatifnya adalah waktu yang digunakan menjadi lebih panjang.



Untuk sesi yang ke 2
Kami datang pada pukul 12.00 seperti biasa. Materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan langsung ke lantai 4.
Untuk kali ini materi yang kami ajarkan pengulangan materi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris karena mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah atau UAS.Saya
(Rizki Adrian)mengulangi materi di depan kelas dan sesudah itu saya menanyakan materi yang telah saya bawakan kepada masing-masing murid.Pada sesi bahasa Inggris,saya banyak menemukan dalam materi-materi yang telah diajarkan oleh guru disana ada yang salah seperti terjemahan rainy,windy,summer,dan nama-nama binatang.Disini saya mengajarkan arti yang benar dari semua materi-materi yang salah jadi anak-anak itu menanyakan semua materi yang membingungkan kepada saya dan saya menjelaskannya kepada mereka .Pada pukul 16.00,kami selesai mengajar.


Metode pengajaran yang diterapkan


Metode pembelajaran kali ini adalah classroom. Sisi positif dari metode classroom adalah saya mampu mengajari mereka semua di waktu bersamaan, sisi negative nya adalah saya harus terus menjaga konsentrasi mereka dengan bertanya pada masing-masing dari mereka.
Hasil Kegiatan:
Sebelum kegiatan
Sesudah kegiatan
Penjumlahan masih kurang teliti,begitu pula dengan pengurangan
Sudah lebih teliti lagi dalam penjumlahan dan pengurangan meski masih perlu perbaikan
Masih kurang membaca soal cerita dengan teliti Mampu membaca soal cerita dengan lebih seksama

Masih kurang paham penggunaan kata "like" dalam kalimat bahasa Inggris
Sudah paham penggunaan dan arti kata "like" dalam kalimat bahasa Inggris
Masih belum hapal dan kurang mengerti materi-materi yang akan di Ujian-kan

Sudah hapal dan  mengerti materi-materi yang akan di Ujian-kan











 
Pencapaian yang sudah dicapai:



Untuk matematika, murid sudah memahami materi-materi yang diberikan. Hanya saja masih suka kurang teliti dalam mengerjakan soal, terutama pengurangan.
Perbaikan yang harus dilakukan      
Kami harus bisa lebih sabar dalam menghadapi anak-anak dan pelan dalam mengajarkan materi yang ada.
 

 
Perbaikan yang akan kami lakukan di pertemuan selanjutnya, yaitu:

-----------------------------------

FOTO KEGIATAN :













Form Evaluasi :
Sesi 1





Sesi 2 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar