Laporan 6 (12 Mei 2016)
BIMBEL Bersama TFI
“Pengajaran BIMBEL di Yayasan Cita Kasih Bangsa dalam Penerapan Mata Kuliah
Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”
Kelas: LB-04
Nama Dosen: Christofora Megawati T
Kode Dosen:
D2709
Waktu: Kamis, 14-04-2016
Jam: Sesi 1 -> 08.00-12.00
WIB & Sesi 2 ->12.00-16.00 WIB
Jumlah peserta: 4 - 5 anak x 7 Kelas
Lokasi:Jl.Pejuangan No. 6 E-H,Jakarta Barat
Anggota yang
hadir:
- Nonny Anasih 1901458753
- Dian Ferzananda 1901505296
- A.A. Ngurah Raditya K 1901497653
Sesi 2
- Stephani 1901459472
- Rizki Adrian Saputra 1901481554
- Dean R.I.H 1901497483
Teori yang diajarkan di kelas melalui mata kuliah Character Building
Teori yang diajarkan di kelas Character Building
Kewarganegaraan adalah nilai dan norma sosial. Penerapan nilai yang sudah kami
terapkan merupakan nilai kesopanan dan nilai kesabaran. Selain itu, penerapan norma yang sudah kami
terapkan merupakan norma kebiasaan (folkways), seperti yang kami lakukan
pertama kali saat tiba ditempat, kami mengucapkan salam dan meminta izin kepada
pihak Cita Kasih Bangsa untuk mulai mengajar. Lalu, kami juga tidak lupa untuk menyapa
kepada semua anak-anak.Setelah selesai
mengajar, kami berpamitan dengan anak-anak dan pihak pengurus.
Persiapan sebelum melakukan kegiatan
Pertemuan ini adalah pertemuan ke 4 bagi kelompok kami.
Untuk sesi yang ke 1
Kami datang pada pukul 08.00. Materi
pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih
Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan ke lantai 5 yaitu atap terbuka.
Para murid terlihat sedang berolahraga dan sesaat sebelum kembali ke kelas,
mereka bernyanyi beberapa lagu bersama. Lalu kami pun di tugaskan
sendiri-sendiri di tiap kelas. Satu kelas hanya ditempati oleh 1 volunteer TFI.
Saya (Nonny Anasih) ditempatkan di kelas 3 SD. Saya mengajarkan matematika dan
kemudian membantu dalam pelajaran bahasa inggris. Saya mengajari 3 orang anak
sekarang karena wali kelas yang biasanya mengajar satu murid ini harus menetap
di kelas 6 untuk mempersiapkan murid kelas 6 sebelum UAN. Jadi saya mengikuti
instruksi dari wali kelas untuk memberikan soal-soal matematika yang berisi
penjumlahan, pengurangan, soal cerita, dan perkalian kepada para murid. Untuk
satu orang murid yaitu Matthew, harus diberi soal berbeda karena kemampuannya
yang lebih kurang dibanding 2 murid lain.
Saya membuat soal tanpa perkalian
untuk Matthew. Soal-soal ini diberikan untuk mempersiapkan mereka dalam ulangan
umum yang sebentar lagi diadakan. Pukul 10.00 pun mereka break, pelajaran
matematika pun diganti oleh pelajaran bahasa inggris. Untuk pelajaran bahasa
inggris, saya hanya memberikan contoh-contoh kalimat seperti “Dimas likes
banana”, sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan wali kelas untuk ulangan umum. Pada
pukul 12.00 pun, kami selesai mengajar. Metode pembelajaran kali ini adalah
mentoring, karena dalam mengerjakan soal, masih perlu diawasi dan dibantu satu
persatu. Sisi positif dari mentoring adalah saya mampu mengajari mereka dengan
intensif dan mereka lebih memahami materi. Sisi negatifnya adalah waktu yang
digunakan menjadi lebih panjang.
Untuk sesi yang ke 2
Kami datang pada pukul 12.00 seperti biasa. Materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan langsung ke lantai 4.
Untuk kali ini materi yang kami ajarkan pengulangan materi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris karena mereka akan menghadapi ujian akhir sekolah atau UAS.Saya
(Rizki Adrian)mengulangi materi di depan kelas dan sesudah itu saya menanyakan materi yang telah saya bawakan kepada masing-masing murid.Pada sesi bahasa Inggris,saya banyak menemukan dalam materi-materi yang telah diajarkan oleh guru disana ada yang salah seperti terjemahan rainy,windy,summer,dan nama-nama binatang.Disini saya mengajarkan arti yang benar dari semua materi-materi yang salah jadi anak-anak itu menanyakan semua materi yang membingungkan kepada saya dan saya menjelaskannya kepada mereka .Pada pukul 16.00,kami selesai mengajar.
Metode pengajaran yang diterapkan
Metode pembelajaran kali ini adalah classroom.
Sisi positif dari metode classroom adalah saya mampu mengajari mereka semua di
waktu bersamaan, sisi negative nya adalah saya harus terus menjaga konsentrasi
mereka dengan bertanya pada masing-masing dari mereka.
Hasil Kegiatan:
Sebelum
kegiatan
|
Sesudah
kegiatan
|
| Penjumlahan masih kurang teliti,begitu pula dengan pengurangan |
Sudah lebih teliti lagi dalam penjumlahan dan pengurangan meski masih perlu perbaikan
|
| Masih kurang membaca soal cerita dengan teliti | Mampu membaca soal cerita dengan lebih seksama |
Masih kurang paham penggunaan kata "like" dalam kalimat bahasa Inggris |
Sudah paham penggunaan dan arti kata "like" dalam kalimat bahasa Inggris
|
Masih belum hapal dan kurang mengerti materi-materi yang akan di Ujian-kan
|
Sudah hapal dan mengerti materi-materi yang akan di Ujian-kan |
Pencapaian yang sudah dicapai:
Untuk
matematika, murid sudah memahami materi-materi yang diberikan. Hanya saja masih
suka kurang teliti dalam mengerjakan soal, terutama pengurangan.
Perbaikan
yang harus dilakukan
Kami harus bisa
lebih sabar dalam menghadapi anak-anak dan pelan dalam mengajarkan materi yang ada.
Perbaikan yang akan kami lakukan di pertemuan selanjutnya,
yaitu:
-----------------------------------
Form Evaluasi :
Sesi 1

Sesi 2
















Tidak ada komentar:
Posting Komentar