Laporan CB Kewarganegaraan Pertemuan-1
Laporan I (17 Maret 2016)
BIMBEL Bersama TFI
“Pengajaran BIMBEL di Yayasan Cita Kasih Bangsa dalam Penerapan Mata Kuliah
Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”
Kelas: LB-04
Nama Dosen: Christofora Megawati T
Kode Dosen:
D2709
Waktu: Kamis, 17-03-2016
Jam: Sesi 1 -> 08.00-12.00
WIB & Sesi 2 ->12.00-16.00 WIB
Jumlah peserta: 4 - 5 anak x 7 Kelas
Lokasi:Jl.Pejuangan No. 6 E-H,Jakarta Barat
Anggota yang
hadir:
- Rizki Adrian Saputra 1901481554
- Nonny Anasih 1901458753
- Dian Ferzananda 1901505296
- A.A. Ngurah Raditya K 1901497653
- Ignatius Jason 1901472013
- Stephani 1901459472
- Dean R.I.H 1901497483
Dari kiri ke
kanan:
1 Nonny Anasih
2.Stephani
3 Ignatius Jason
4 Rizki Adrian Saputra
5 Dian Ferzananda
6 Ngurah Raditya K
7 Dean R.I.H
Teori yang diajarkan di kelas melalui mata kuliah Character Building
Teori yang diajarkan di kelas Character Building
Kewarganegaraan adalah nilai dan norma sosial. Penerapan nilai yang sudah kami
terapkan merupakan nilai kesopanan dan nilai kesabaran. Selain itu, penerapan norma yang sudah kami
terapkan merupakan norma kebiasaan (folkways), seperti yang kami lakukan
pertama kali saat tiba ditempat, kami mengucapkan salam dan meminta izin kepada
pihak Cita Kasih Bangsa untuk mengajar. Lalu, kami juga tidak lupa untuk menyapa
kepada semua anak-anak dan saling berkenalan satu sama lain. Setelah selesai
mengajar, kami berpamitan dengan anak-anak dan pihak pengurus. Kami juga
menjaga sikap dan berbicara yang sopan serta berpakaian yang sopan selama
kegiatan berlangsung dari awal hingga akhir.
Persiapan sebelum melakukan kegiatan
Kami datang pada pukul 08.00. Materi
pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih
Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan langsung ke lantai 4. Di lantai
4, sebelum memulai kelas, beberapa anak sedang latihan menyanyi. Mereka
menyanyikan lagu rohani secara bersamaan. Lalu kami pun di tugaskan
sendiri-sendiri di tiap kelas. Satu kelas hanya ditempati oleh 1 volunteer TFI. Nonny Anasih ditempatkan di kelas 4 SD. Dia membantu mengajarkan
matematika. Mereka sedang belajar tentang waktu dan cara menghitung hari,
minggu, jam, detik, menit, bulan. Mereka masih belum memahami bilangan pecahan
jadi dia mengajarkan pembagian dan pertambahan dalam pecahan. Setelah itu
mereka break untuk snack lalu melanjutkan pelajaran computer. Mereka belajar
bagaimana cara menggunakan Microsoft Word dengan baik. Setelah itu mereka break
sampai jam 12.00
Kami lumayan terkejut karena baru mengetahui kalau anak-anak yang akan kami ajarkan adalah anak-anak yang luar biasa("menderita autisme"). Tetapi untungnya kami sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam proses ajar-mengajar.
Pertemuan ini adalah pertemuan pertama bagi kelompok kami. Kami dibagi dalam 2 sesi yaitu sesi pagi dan siang.Setiap sesi,kami
dibagi-bagi kedalam 1 kelas.Setiap kelas dan anak membutuhkan materi
yang berbeda-beda karena mereka sendiri adalah anak yang menderita dan
autisme.Setiap kelas berisikan anak-anak yang memiliki umur dan tingkat
kelas yang berbeda sehingga kami harus mengajar dengan cara 1 on 1.
Masing-masing kelas itu berisi 4-5 anak didik.Saya sendiri(Rizki Adrian) disuruh untuk mengajarkan bahasa inggris kepada anak-anak karena guru dan pendamping guru di kelas saya kurang mampu dalam mengajar bahasa inggris.Sedangkan yang lain mengajarkan materi yang bermacam-macam seperti matematika,bahasa indonesia,dll.
Berhubung mereka menderita autisme.Kami harus bersabar dalam mengajar mereka.Kami juga tidak boleh memanjakan mereka dan harus tegas kepada mereka.Kami belajar memahami karakter setiap anak,supaya
pembelajaran yang kami sampaikan dapat diterima oleh anak anak tersebut dengan baik.
Metode pengajaran yang diterapkan
Metode pengajaran yang diterapkan pada Pertemuan ke-1 adalah
mentoring. Hal positif dari metode ini adalah kami dapat mengajarkan
anak anak yang
menghadapi kesulitan pada mata pelajaran (Bahasa Inggris) dengan tidak
ada
jarak antara pengajar dan anak-anak yang diajarkan, komunikasi berjalan dengan baik.
Hasil Kegiatan:
Sebelum
kegiatan
|
Sesudah
kegiatan
|
Anak-anak
belum memahami bahasa inggris.
|
Anak-anak
sudah lebih baik dalam mengenal benda-benda disekitarnya dalam bahasa inggris
|
| Tidak mengetahui arti benda-benda yang ada di sekeliling mereka dalam bahasa inggris contoh: buah, kendaraan, benda. | Mengetahui arti benda-benda yang ada di sekeliling mereka dalam bahasa inggris. Contoh: buah, meja, benda |
Sebelum kegiatan
|
Sesudah kegiatan
|
Anak-anak belum memahami bilangan
pecahan.
|
Anak-anak sudah lebih memahami
bilangan pecahan.
|
Anak-anak masih harus melihat catatan untuk
mengerjakan soal mengenai waktu.
|
Mampu mengingat sehari ada 24 jam,
1 menit sama dengan 60 detik, dll.
|
Pencapaian yang sudah dicapai:
Anak-anak sudah memahami nama-nama benda disekitarnya dalam bahasa inggris
Anak-anak sudah
mampu menghitung waktu dengan lebih cepat dan lebih akurat, mereka juga sudah
mampu untuk menghitung pembagian menggunakan pecahan.
Perbaikan yang akan kami lakukan di pertemuan selanjutnya,
yaitu:
- Kami harus lebih sigap dalam mempersiapkan segala keperluan untuk pengajaran, seperti menyiapkan bahan materi yang akan diajarkan.
-
Kami harus bisa lebih sabar dalam menghadapi anak-anak dan pelan dalam mengajarkan materi yang ada.
FOTO KEGIATAN :
Form Evaluasi :
Sesi 1

Sesi 2











Tidak ada komentar:
Posting Komentar