Jumat, 18 Maret 2016

Laporan CB Kewarganegaraan Pertemuan-1

Laporan CB Kewarganegaraan Pertemuan-1


Laporan I (17 Maret 2016)
BIMBEL Bersama TFI
“Pengajaran BIMBEL di Yayasan Cita Kasih Bangsa dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)”



Kelas: LB-04
Nama Dosen: Christofora Megawati T
Kode Dosen: D2709
Waktu: Kamis, 17-03-2016
Jam: Sesi 1 -> 08.00-12.00 WIB & Sesi 2 ->12.00-16.00 WIB
Jumlah peserta: 4 - 5 anak x 7 Kelas
Lokasi:Jl.Pejuangan No. 6 E-H,Jakarta Barat
Anggota yang hadir:
  1. Rizki Adrian Saputra     1901481554
  2. Nonny Anasih                1901458753
  3. Dian Ferzananda            1901505296 
  4. A.A. Ngurah Raditya K 1901497653
  5. Ignatius Jason                1901472013
  6. Stephani                         1901459472
  7.  Dean R.I.H                    1901497483

 

Dari kiri ke kanan:
1 Nonny Anasih
2.Stephani
3 Ignatius Jason
4 Rizki Adrian Saputra
5 Dian Ferzananda
6 Ngurah Raditya K
7 Dean R.I.H
Teori yang diajarkan di kelas melalui mata kuliah Character Building
Teori yang diajarkan di kelas Character Building Kewarganegaraan adalah nilai dan norma sosial. Penerapan nilai yang sudah kami terapkan merupakan nilai kesopanan dan nilai kesabaran. Selain itu, penerapan norma yang sudah kami terapkan merupakan norma kebiasaan (folkways), seperti yang kami lakukan pertama kali saat tiba ditempat, kami mengucapkan salam dan meminta izin kepada pihak Cita Kasih Bangsa untuk mengajar. Lalu, kami juga tidak lupa untuk menyapa kepada semua anak-anak dan saling berkenalan satu sama lain. Setelah selesai mengajar, kami berpamitan dengan anak-anak dan pihak pengurus. Kami juga menjaga sikap dan berbicara yang sopan serta berpakaian yang sopan selama kegiatan berlangsung dari awal hingga akhir.
Persiapan sebelum melakukan kegiatan
         

Kami datang pada pukul 08.00. Materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang diterapkan oleh PKBM Cita Kasih Bangsa. Setibanya kami di sana, kami diarahkan langsung ke lantai 4. Di lantai 4, sebelum memulai kelas, beberapa anak sedang latihan menyanyi. Mereka menyanyikan lagu rohani secara bersamaan. Lalu kami pun di tugaskan sendiri-sendiri di tiap kelas. Satu kelas hanya ditempati oleh 1 volunteer TFI. Nonny Anasih ditempatkan di kelas 4 SD. Dia membantu mengajarkan matematika. Mereka sedang belajar tentang waktu dan cara menghitung hari, minggu, jam, detik, menit, bulan. Mereka masih belum memahami bilangan pecahan jadi dia mengajarkan pembagian dan pertambahan dalam pecahan. Setelah itu mereka break untuk snack lalu melanjutkan pelajaran computer. Mereka belajar bagaimana cara menggunakan Microsoft Word dengan baik. Setelah itu mereka break sampai jam 12.00
Kami lumayan terkejut karena baru mengetahui kalau anak-anak yang akan kami ajarkan adalah anak-anak yang luar biasa("menderita autisme"). Tetapi untungnya kami sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam proses ajar-mengajar.
Pertemuan ini adalah pertemuan pertama bagi kelompok kami. Kami dibagi dalam 2 sesi yaitu sesi pagi dan siang.Setiap sesi,kami dibagi-bagi kedalam 1 kelas.Setiap kelas dan anak membutuhkan materi yang berbeda-beda karena mereka sendiri adalah anak yang menderita dan autisme.Setiap kelas berisikan anak-anak yang memiliki umur dan tingkat kelas yang berbeda sehingga kami harus mengajar dengan cara 1 on 1. 
Masing-masing kelas itu berisi 4-5 anak didik.Saya sendiri(Rizki Adrian) disuruh untuk mengajarkan bahasa inggris kepada anak-anak karena guru dan pendamping guru di kelas saya kurang mampu dalam mengajar bahasa inggris.Sedangkan yang lain mengajarkan materi yang bermacam-macam seperti matematika,bahasa indonesia,dll.
                Berhubung mereka menderita autisme.Kami harus bersabar dalam mengajar mereka.Kami juga tidak boleh memanjakan mereka dan harus tegas kepada mereka.Kami belajar memahami karakter setiap anak,supaya pembelajaran yang kami sampaikan dapat diterima oleh anak anak tersebut dengan baik.
Metode pengajaran yang diterapkan
Metode pengajaran yang diterapkan pada Pertemuan ke-1 adalah mentoring. Hal positif dari metode ini adalah kami dapat mengajarkan anak anak yang menghadapi kesulitan pada mata pelajaran (Bahasa Inggris) dengan tidak ada jarak antara pengajar dan anak-anak yang diajarkan, komunikasi berjalan dengan baik.
Hasil Kegiatan:
Sebelum kegiatan
Sesudah kegiatan
Anak-anak belum memahami bahasa inggris.
Anak-anak sudah lebih baik dalam mengenal benda-benda disekitarnya dalam bahasa inggris
Tidak mengetahui arti benda-benda yang ada di sekeliling mereka dalam bahasa inggris contoh: buah, kendaraan, benda. Mengetahui arti benda-benda yang ada di sekeliling mereka dalam bahasa inggris. Contoh: buah, meja, benda




Sebelum kegiatan
Sesudah kegiatan
Anak-anak belum memahami bilangan pecahan.
Anak-anak sudah lebih memahami bilangan pecahan.
Anak-anak masih harus melihat catatan untuk mengerjakan soal mengenai waktu.
Mampu mengingat sehari ada 24 jam, 1 menit sama dengan 60 detik, dll.
 


Pencapaian yang sudah dicapai:
Anak-anak sudah memahami nama-nama benda disekitarnya dalam bahasa inggris 


Anak-anak sudah mampu menghitung waktu dengan lebih cepat dan lebih akurat, mereka juga sudah mampu untuk menghitung pembagian menggunakan pecahan.
 
Perbaikan yang akan kami lakukan di pertemuan selanjutnya, yaitu:
  • Kami harus lebih sigap dalam mempersiapkan segala keperluan untuk pengajaran, seperti menyiapkan bahan materi yang akan diajarkan. 
  • Kami harus bisa lebih sabar dalam menghadapi anak-anak dan pelan dalam mengajarkan materi yang ada.
     
FOTO KEGIATAN :



 
 

Form Evaluasi :

Sesi 1

 


Sesi 2

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar